TOPIKSULTRA.COM, KENDARI — Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) resmi mencatat sejarah baru dalam sektor industri dan perdagangan dengan melepas direct ekspor perdana feronikel ke China melalui Kendari New Port, Rabu (28/1/2026).
Gubernur Sulawesi Tenggara, Mayjen TNI (Purn.) Andi Sumangerukka, secara langsung melepas pengiriman 46 kontainer feronikel dengan total volume 1.015, metrik ton senilai USD 2,95 juta atau setara Rp49,49 miliar menuju Pelabuhan Lianyungang, China.
Andi Sumangerukka menegaskan, ekspor langsung ini bukan sekadar pencapaian ekonomi, tetapi harus memberi dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat Sulawesi Tenggara.
“Ekspor feronikel perdana ini menunjukkan kesiapan industri, pelabuhan, dan sistem logistik Sultra yang semakin efisien dan berdaya saing. Yang terpenting, kemajuan ini harus dirasakan langsung oleh masyarakat,” tegasnya.
Ekspor ini menjadi pengiriman langsung pertama dari Sulawesi Tenggara ke pasar internasional tanpa transit pelabuhan lain, sekaligus menandai kemajuan signifikan industri pengolahan nikel dan kesiapan infrastruktur logistik daerah.
Kegiatan ekspor perdana ini merupakan hasil sinergi antara PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional IV Kendari dan PT Winarapan, serta menjadi tidak penting dalam memperkuat posisi Sultra dalam rantai perdagangan dan industri global, khususnya sektor pertambangan dan hilirisasi nikel.
Ia juga menekankan pentingnya pengelolaan sumber daya mineral secara berkelanjutan, berfokus pada hilirisasi, serta mendorong transfer teknologi, penciptaan lapangan kerja, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat lokal.
“Pembangunan industri harus tetap memperhatikan kelestarian lingkungan, tanggung jawab sosial perusahaan, dan pemberdayaan masyarakat sekitar,” ujarnya.
Pada kesempatan tersebut, Gubernur Andi Sumangerukka menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara untuk terus menciptakan iklim investasi yang menguntungkan, memberikan kepastian hukum, menjaga stabilitas daerah, serta memperkuat sinergi dengan pemerintah pusat dan dunia usaha.
“Ekspor perdana ini menjadi awal peningkatan volume ekspor, perluasan pasar internasional, serta mendorong masuknya investasi baru yang berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Sulawesi Tenggara,” harapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sultra, Sukanto Toding, mengatakan kegiatan tersebut bertujuan mendorong peningkatan produktivitas potensi ekspor Sultra sekaligus meningkatkan pendapatan asli daerah.
“Pencapaian ekspor tersebut masih didominasi sektor pertambangan sebesar 98 persen, sementara komoditas non-pertambangan baru sekitar 2 persen,” tegasnya.
Laporan: Shandra
Tampilan Postingan: 17