TOPIKSULTRA.COM, KOLAKA — Desa Tikonu, Kecamatan Wundulako, Kabupaten Kolaka, berhasil mencatatkan prestasi memuaskan dengan meraih Juara I Lomba Desa Tingkat Provinsi Sulawesi Tenggara Tahun 2026.
Capaian tersebut menjadi bukti nyata bahwa pembangunan desa yang berjalan secara berkelanjutan, didukung semangat gotong royong dan pelestarian budaya, mampu melahirkan desa yang maju, mandiri, dan berdaya saing.
Keberhasilan ini tidak diraih dalam waktu singkat. Di balik prestasi tersebut terdapat proses panjang pembangunan yang dilakukan secara konsisten sejak dipimpin Kepala Desa Sabarudin, yang resmi dilantik pada 16 Maret 2022. Di bawah kepemimpinannya.
Desa Tikonu terus berbenah di berbagai sektor, mulai dari tata kelola pemerintahan, pelayanan publik, pemberdayaan masyarakat hingga pelestarian budaya lokal.
Secara administratif, Desa Tikonu memiliki luas wilayah sekitar 6.495 hektare dan berada di Kecamatan Wundulako, Kabupaten Kolaka. Di sebelah utara berbatasan dengan Desa Wesalo, Kecamatan Lalolae, Kabupaten Kolaka Timur, sebelah timur dan selatan berbatasan dengan Kelurahan Silea, sedangkan sebelah barat berbatasan dengan Kelurahan Kowioha.
Namun, yang menjadikan Desa Tikonu istimewa bukan hanya letak geografisnya. Desa ini dikenal luas sebagai Wonuasara atau Kampung Adat karena hingga kini tetap menjaga kelestarian adat dan budaya Mekongga. Apalagi Desa Tikonu merupakan pusat Kerajaan Mekongga Sangia ni Bandera, tempat bersemayamnya Makam Raja Sangia ni Bandera bersama permaisurinya yang menjadi bagian penting dari sejarah dan identitas masyarakat Kolaka.
Membangun Pelayanan yang Nyaman dan Humanis. Salah satu inovasi yang menjadi perhatian tim penilai lomba desa adalah komitmen Pemerintah Desa Tikonu dalam menghadirkan pelayanan publik yang sehat, nyaman, dan ramah bagi masyarakat.
Pada tahun 2024, Pemerintah Desa Tikonu membangun Laika Pombia, yakni rumah atau pojok khusus bagi perokok di lingkungan kantor desa. Kehadiran fasilitas tersebut bertujuan menjaga ruang pelayanan utama tetap bebas dari paparan asap rokok sehingga masyarakat yang datang mengurus administrasi merasa lebih nyaman.
Langkah sederhana namun berdampak besar ini juga mempertimbangkan kondisi aparatur desa yang sebagian besar merupakan perempuan sehingga lingkungan kerja menjadi lebih sehat dan produktif.
Kepala Desa Tikonu, Sabarudin, mengatakan bahwa setiap pembangunan yang dilakukan selalu berorientasi pada kepentingan masyarakat.
“Kami ingin pelayanan di kantor desa benar-benar memberikan rasa nyaman kepada masyarakat. Hal-hal kecil yang berdampak terhadap kualitas pelayanan harus menjadi perhatian pemerintah desa. Inilah komitmen kami dalam membangun tata kelola pemerintahan yang lebih baik,” ujarnya.
PKK dan Posyandu Menjadi Pilar Pembangunan
Selain memperkuat pelayanan pemerintahan, Desa Tikonu juga memberikan perhatian besar terhadap pemberdayaan keluarga melalui penguatan peran Tim Penggerak PKK dan kader Posyandu.
Berbagai program pelatihan rutin dilaksanakan sebagai upaya meningkatkan kualitas keluarga, kesehatan masyarakat, serta peran perempuan dalam pembangunan desa. Pemerintah desa selalu hadir mendukung setiap kegiatan PKK sebagai ujung tombak pembinaan kesejahteraan keluarga.
Kolaborasi Mendorong Kemandirian Desa
Pembangunan Desa Tikonu juga ditopang oleh kolaborasi dengan berbagai pihak. Pemerintah desa terus membuka ruang kemitraan yang mampu memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Salah satunya melalui pengembangan BUMDes Nanggomba Desa Tikonu yang diarahkan untuk meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat. Selain itu, kemitraan dengan Organisasi Perempuan Pimpinan Daerah Aisyiyah Kabupaten Kolaka juga dijalankan melalui program penguatan kepemimpinan perempuan dan pemberdayaan masyarakat.
Menurut Sabarudin, pembangunan desa tidak bisa dilakukan sendiri oleh pemerintah desa.
“Kunci keberhasilannya adalah kolaborasi. Pemerintah desa harus mampu membangun sinergi dengan berbagai pihak agar potensi desa bisa berkembang dan manfaatnya dirasakan masyarakat,” ungkapnya. Jum’at (19/6/2026)
Budaya Tetap Terjaga, Pembangunan Terus Bergerak
Di tengah perkembangan pembangunan, Desa Tikonu tetap mempertahankan identitasnya sebagai Kampung Adat Mekongga. Nilai-nilai budaya terus dilestarikan sebagai kekuatan sosial yang menyatukan masyarakat sekaligus menjadi daya tarik desa.
Dengan kekayaan sumber daya alam, semangat gotong royong, serta potensi masyarakat yang terus berkembang, Desa Tikonu mampu menunjukkan bahwa pembangunan tidak harus meninggalkan akar budaya.
Prinsip inilah yang menjadi salah satu kekuatan Desa Tikonu dalam mengikuti Lomba Desa Tingkat Provinsi Sulawesi Tenggara.
Prestasi yang Menjadi Motivasi
Keberhasilan meraih Juara I Lomba Desa Tingkat Provinsi Sulawesi Tenggara Tahun 2026 menjadi tidak penting bagi perjalanan pembangunan Desa Tikonu.
Prestasi tersebut bukan sekadar penghargaan, melainkan pengakuan atas kerja keras pemerintah desa bersama seluruh elemen masyarakat dalam membangun desa yang maju, produktif, dan berdaya saing.
Pemerintah Desa Tikonu menegaskan bahwa penghargaan ini akan menjadi motivasi untuk terus berinovasi dan meningkatkan kualitas pelayanan serta kesejahteraan masyarakat.
“Prestasi ini adalah milik seluruh masyarakat Desa Tikonu. Kami akan terus bekerja keras, menjaga kebersamaan, mengembangkan seluruh potensi desa, serta menjadikan Tikonu sebagai desa yang maju, berkembang, dan menjadi kebanggaan generasi sekarang maupun generasi yang akan datang,” tutup Sabarudin.
Laporan : Ahmar